Data Harga Komoditas Dagang Pokok Dan Strategis Kota Manado Periode Juli Minggu Ke 3 Hingga Juli Minggu Ke 4 Tahun 2019

Download disini: Data_KomoditasDagangPokokDanStrategis-Jul3~Jul4-2019_Manado

Kemendag Siap Tingkatkan Ekspor Rempah-Rempah ke Belanda

Kementerian Perdagangan diwakili Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda melakukan kunjungan ke perusahaan importir rempah-rempah Indonesia, yaitu Verstegen Spices &  Sauces BV di Den Haag, Belanda, sebagai upaya meningkatkan ekspor ke negeri kincir angin dan Eropa.

“Di samping untuk terus mendorong peningkatan ekspor Indonesia, kunjungan ini untuk mengetahui kendala dan hambatan yang dihadapi importir Belanda dalam mendatangkan produk rempah- rempah dari Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Kunjungan dilaksanakan di sela acara ‘Market Intelligence Workshop’. Acara ini merupakan lokakarya yang dihadiri Atase Perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dan fungsi ekonomi dari seluruh dunia. Verstegen Spices & Sauces BV merupakan perusahaan produsen dan importir asal Belanda yang bergerak di sektor rempah-rempah. Perusahaan ini mendistribusikan produknya tidak hanya di Belanda, namun ke seluruh Eropa.

Dalam menjalankan bisnisnya, Verstegen sangat mengedepankan keamanan pangan dan kualitas produk. Hal ini dibuktikan dengan berbagai sertifikat yang dimilikinya seperti The British Retail Consortium (BRC), the International Featured Standards (IFS), serta sertikat organik dan halal. Verstegen Spices & Sauces BV telah mengimpor rempah-rempah dari Indonesia selama lebih dari 20 tahun yang nilainya mencapai 30 persen dari total impornya. Perusahaan ini juga aktif dalam keanggotaan perkumpulan pemangku kepentingan yang peduli terhadap keberlanjutan rempah- rempah (Sustainable Spices Initiative/SSI).

Menurut Arlinda, kerja sama dan kolaborasi antara buyer Belanda dan pemasok Indonesia dalam peningkatan mutu bumbu dan rempah-rempah Indonesia agar dapat memenuhi standar Uni Eropa menjadi kunci dalam berkompetisi memenangkan pasar di Belanda dan Eropa. “Kemendag akan terus memberikan dukungan dan perhatian penuh bagi para buyer produk Indonesia melalui berbagai program. Salah satunya, melalui kunjungan langsung ke buyer di luar negeri,” katanya.

Pada kunjungan tersebut, Arlinda juga mengundang importir Belanda untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia yang akan diselenggarakan di Indonesia Convention Exibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten pada 16-20 Oktober 2019. “Kami berupaya agar importir Eropa tidak hanya hadir, namun juga mendorong perusahaan tersebut untuk dapat melakukan kontrak dagang dengan pelaku usaha Indonesia pada pameran bergengsi tersebut,” ujarnya.

Sumber: Siaran Pers Kementerian Perdagangan RI, Antara News, Sella Panduarsa Gareta, 26 Juli 2019.

Pemerintah Indonesia Respons Tegas Uni Eropa Atas Proposal Pengenaan Bea Masuk Imbalan Produk Biodiesel

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menegaskan, Pemerintah Indonesia akan menyampaikan protes keras kepada Pemerintah Uni Eropa (UE) atas dikeluarkannya proposal besaran bea masuk imbalan sementara produk biodiesel asal Indonesia pada Juli 2019. Besaran bea masuk imbalan sementara yang diajukan yaitu dengan margin 8–18 persen.

“Dengan dikeluarkannya proposal pengenaan bea masuk imbalan sementara ini, Indonesia akan menyampaikan respons resmi yang menyatakan keberatan. Keberatan akan difokuskan pada metode penghitungan besaran bea masuk yang diduga tidak memerhatikan fakta yang diperoleh selama penyelidikan. Pemerintah UE diduga hanya menggunakan best information available (BIA), yaitu data yang dimiliki petisioner (pemohon/industri UE) yang jelas merugikan Indonesia,” tegas Oke.

Menanggapi dikeluarkannya proposal bea masuk imbalan sementara tersebut, Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati menyatakan, Indonesia harus tegas terhadap sikap UE yang telah memberikan hambatan perdagangan yang signifikan pada ekspor biodiesel Indonesia.

“Bila proposal ini menjadi penentuan awal (preliminary determination), maka bisa dipastikan ekspor biodiesel ke UE mengalami hambatan. Sikap EU ini tidak dapat dibiarkan. Apalagi, proposal yang diajukan UE mengindikasikan adanya penerapan BIA yang menjadi sangat tidak masuk akal. Kami akan menyampaikan respons tegas secara resmi untuk hal ini,” ujar Pradnyawati.

Ekspor biodiesel Indonesia ke UE meningkat tajam dari sebelumnya 116,7 juta USD di tahun 2017 menjadi 532,5 juta USD pada 2018. Namun, pada 2019 ini, tren ekspor biodiesel Indonesia ke UE cenderung turun bila dibanding tahun 2018. Pradnyawati melanjutkan, proposal tersebut sebenarnya merupakan ancaman kesekian kalinya yang dilakukan Pemerintah UE untuk menghambat akses pasar produk Indonesia di UE. Pada Desember 2018, European Commission (EC) menginisiasi penyelidikan antisubsidi terhadap biodiesel asal Indonesia. Indonesia diklaim memberikan suatu bentuk fasilitas subsidi yang melanggar ketentuan organisasi perdagangan dunia (WTO) kepada produsen/eksportir biodiesel sehingga memengaruhi harga ekspor biodiesel ke UE.

Padahal, beberapa bulan sebelumnya pasar ekspor biodiesel Indonesia ke UE juga baru terbebas dari hambatan pengenaan bea masuk anti dumping (BMAD). Pada 16 Februari 2018, Court of Justice EU (CJEU) mengeluarkan keputusan yang menguatkan putusan Hakim General Court sehingga UE memutuskan membatalkan pengenaan BMAD yang mulai efektif berlaku per 16 Maret 2018. Indonesia juga telah berhasil terbebas dari pengenaan BMAD atas impor biodiesel melalui keputusan panel Badan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body/DSB) WTO pada 26 Oktober 2017. Panel DSB memenangkan klaim Indonesia atas UE pada sengketa DS 480 – EUIndonesia Biodiesel.

“Perusahaan biodiesel Indonesia yang menggunakan minyak sawit sebagai bahan bakunya sangatlah mandiri dan Pemerintah Indonesia tidak menyubsidi industri biodiesel nasional seperti yang dituduhkan UE. Dengan menginisiasi penyelidikan antisubsidi pada Desember 2018 dan kini mengajukan proposal pengenaan bea masuk, dapat disimpulkan bahwa UE sangat berniat menghambat ekspor biodiesel asal Indonesia,” tegas Pradnyawati.

Pemerintah Indonesia telah beberapa kali menyampaikan protes keras kepada Pemerintah UE. Bahkan, sejak isu akan adanya penyelidikan, Indonesia telah mengambil langkah pendekatan melalui konsultasi prapenyelidikan dengan EU Case Team. Menurut Pradnyawati, Pemerintah Indonesia bersama produsen biodiesel telah berkomitmen terus melawan Pemerintah UE dengan berpegang pada data yang sejak awal penyelidikan telah diberikan kepada penyelidik. Bila akhirnya UE tetap mengenakan bea masuk imbalan, maka upaya yang dapat dilakukan Indonesia adalah mengajukan banding ke EU General Court dan ke forum DSB WTO, seperti upaya Indonesia saat sengketa pengenaan BMAD di tahun 2017.

“Indonesia sangat bersikap kooperatif dan telah mengakomodasi semua pertanyaan UE selama penyelidikan. Pemerintah juga terus berupaya memberikan pembelaan dan melakukan langkah pendekatan melalui jalur diplomasi,” pungkasnya.

Sumber: Siaran Pers Kementerian Perdagangan RI, 26 Juli 2019.

Dorong Ekspor Produk Dekorasi Rumah ke Eropa, Indonesia-Belanda Tandatangani Letter of Intent (LOI)

Indonesia dan Belanda sepakat menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk mendorong pengembangan ekspor produk dekorasi rumah Indonesia ke pasar Eropa. Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda, saat menandatangani kerja sama dengan manajer tim Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) Liesbeth Aben di Den Haag, Belanda, Selasa (23/7).

“Kerja sama ini bertujuan memperkuat kapasitas Indonesia di sektor produk dekorasi rumah, khususnya untuk meningkatkan daya saing ekspor dan tanggung jawab sosial dari usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia sehingga lebih mudah masuk pasar Eropa,” ujar Arlinda.

Program kerja sama Kemendag dengan CBI terdiri dari beberapa tahapan. Pada tahap pertama, perusahaan yang telah mendaftar akan diseleksi melalui sistem audit yang ketat. Perusahaan yang terpilih akan menjalani program pembinaan ekspor yang meliputi bimbingan teknis dan pelatihan, program-program pelatihan terkait pemahaman pasar Eropa, serta pengembangan kinerja tanggung jawab sosial. Selanjutnya, proses seleksi akan fokus kepada peningkatan strategi penetrasi pasar bagi UKM untuk dapat memasuki pasar Eropa. Pada tahap ini, UKM akan difasilitasi untuk mengikuti berbagai kegiatan pemasaran seperti partisipasi pada pameran, misi dagang bisnis ke bisnis (b2b), atau pemasaran daring.

“Pelaku UKM kita khususnya dari sektor dekorasi rumah akan mendapat kesempatan untuk dibina secara langsung dari tenaga ahli CBI Belanda. Hal ini tentu sangat menguntungkan karena bisa mendapatkan informasi lengkap dan terkini dari perspektif pembeli,” lanjut Arlinda.

Pendaftaran program pembinaan ini telah dibuka dan akan ditutup pada 31 Agustus 2019. Kriteria yang ditentukan bagi perusahaan yang akan mengikuti program ini yaitu UKM Indonesia dengan fokus produk dekorasi rumah berbahan kayu, rotan dan serat alami lainnya, merupakan perusahaan siap ekspor, memiliki saham minimal 51 persen, memiliki karyawan sebanyak 5-500 orang, serta telah memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dapat dikembangkan. Informasi selengkapnya mengenai pendaftaran program pembinaan dan formulir pendaftaran program ini dapat diakses melalui tautan: https://www.cbi.eu/projects/cbi%E2%80%99s-export-coaching-project-home-decoration-indonesia/. Untuk formulir pendaftaran dapat juga di unduh disini: cbi-hd-_indonesia-application_form.

“Kemendag dan CBI telah menjadi mitra kerja yang sangat baik untuk program pengembangan ekspor di Indonesia. Melalui program sebelumnya, kami mendapat testimoni dari para perusahaan binaan yang menyatakan manfaat besar yang diperoleh setelah mengikuti program pelatihan ekspor dari CBI,” pungkas Arlinda.

Kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang akan dilakukan di Trade Expo Indonesia ke-34 di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai, Banten. Pada kesempatan tersebut, pihak CBI juga akan membawa serta pembeli dan ahli di sektor dekorasi rumah untuk datang dan bertemu langsung dengan para pelaku ekspor dekorasi rumah Indonesia.

Produk dekorasi rumah Indonesia masih berpeluang besar di pasar Eropa. Total ekspor sektor ini ke kawasan Eropa mencapai USD 502,9 juta pada 2018. Belanda menempati peringkat pertama sebagai pasar terbesar produk dekorasi rumah dengan pangsa pasar sebesar 21,70 persen dengan tren yang terus meningkat yaitu tercatat sebesar 3,4 persen dalam 5 tahun terakhir. Selanjutnya, pasar terbesar kedua dan ketiga produk dekorasi rumah Indonesia adalah Inggris dan Jerman dengan pangsa pasar masing-masing 15,36 persen dan 14,96 persen

Sumber: Siaran Pers Kementerian Perdagangan RI, 25 Juli 2019.

Data Harga Komoditas Dagang Pokok Dan Strategis Kota Manado Periode Juli Minggu Ke 2 Hingga Juli Minggu Ke 3 Tahun 2019

Download disini: Data_KomoditasDagangPokokDanStrategis-Jul2~Jul3-2019_Manado

Data Harga Komoditas Dagang Pokok Dan Strategis Kota Manado Periode Juli Minggu Ke 1 Hingga Juli Minggu Ke 2 Tahun 2019

Download disini: Data_KomoditasDagangPokokDanStrategis-Jul1~Jul2-2019_Manado

Data Harga Komoditas Dagang Pokok Dan Strategis Kota Manado Periode Juni Minggu Ke 4 Hingga Juli Minggu Ke 1 Tahun 2019

Download disini: Data_KomoditasDagangPokokDanStrategis-Jun4~Jul1-2019_Manado