Detail Artikel

30 APR
2020
Lawan COVID-19: Kementerian Perdagangan Gandeng Satgas Pangan & Didukung Komisi VI DPR RI Awasi Proses & Distribusi Gula Konsumsi Sumber:Siaran Pers, Kementerian Perdagangan, 9 April 2020 / 55 kali dilihat

Pemerintah memastikan industri gula dalam negeri yang mendapatkan penugasan mengolah gula rafinasi (raw sugar) menjadi gula konsumsi, dapat memenuhi target kebutuhan gula masyarakat, khususnya menjelang puasa Ramadan dan perayaan Idul Fitri tahun ini. Menteri Perdagangan bersama Satgas Pangan dan didukung Komisi VI DPR RI secara intensif melakukan pengawasan ke sejumlah industri gula nasional di Provinsi Banten, Kamis (9/4).

“Kementerian Perdagangan yang bersinergi dengan Satgas Pangan dan didukung Komisi VI DPR RI melakukan stabilisasi harga dan memastikan secara langsung bahan baku gula mentah dan rafinasi yang siap diproduksi dan stok hasil produksi siap didistribusikan sehingga ketersediaan gula pasir aman di masyarakat, terutama mengantisipasi permintaan menjelang puasa Ramadan dan Idul Fitri,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Hari ini, Kementerian Perdagangan melakukan pengawasan langsung ke dua pabrik gula PT Angels Product dan PT Sentra Usahatama Jaya (SUJ) yang berlokasi di Provinsi Banten. Kedua perusahaan tersebut telah mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk memproduksi gula konsumsi dari raw sugar berdasakan Surat Penugasan No. 298/M-DAG/SD/2/2020.

“Penugasan pemerintah kepada PT Angels Product dan PT Sentra Usahatama Jaya dilaksanakan dengan baik. PT Angels Product yang berlokasi di Bojonegara mendapatkan mandat mengolah 10 ribu ton gula rafinasi menjadi gula konsumsi dan sudah terealisasi 3.000 ton. Sisanya masih terus diproduksi. Sedangkan PT Sentra Usahatama Jaya yang berlokasi di Kawasan Industrial Estate Cilegon II (KIEC II) telah mendapatkan penugasan 20 ribu ton dan saat ini sudah terdistribusi sebanyak 2.025 ton,” tegas Menteri Agus Suparmanto.

Menteri Perdagangan menambahkan, pemerintah akan terus melakukan pemantauan kepada pabrik gula rafinasi yang sudah mendapat penugasan khusus untuk memproduksi gula konsumsi atau gula kristal putih (GKP). Dengan penugasan ini diharapkan stok gula konsumsi aman hingga Lebaran nanti.

“Dengan tersedianya stok gula di pasar, harga gula dapat dipastikan turun dan mencapai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp12.500/kilogram,” imbuh Menteri Agus.

Sinergi dengan Satgas Pangan terus dilakukan untuk memantau harga gula di pasar rakyat dan ritel modern. Tindakan tegas akan dilakukan jika masih ada pedagang yang menjual gula dengan harga melebihi HET.

“Pemerintah sudah menetapkan HET gula Rp12.500/kilogram. Jika harga gula pasir dijual lebih tinggi dari harga yang sudah ditetapkan, saya bersama Satgas Pangan akan lakukan tindakan tegas," terang Menteri Agus Suparmanto.

“Untuk itu semua pedagang tradisional maupun retail modern diminta segera mematuhi ketetapan pemerintah dengan tidak mencoba mempermainkan harga sehingga menyulitkan masyarakat,” tegas Menteri Perdagangan.

Selain itu, Menteri Agus Suparmanto juga menegaskan sejauh ini wabah COVID-19 tidak mempengaruhi proses produksi gula.

“Produksi gula tidak terdampak wabah COVID-19 dan saya pastikan cukup aman. Bahan baku juga aman, tidak ada kendala," ujar Mendag Agus.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima mengapresiasi upaya Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam menstabilisasi harga. “DPR RI selain mengapresiasi langkah strategis dan konkrit pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, yang turun langsung ke industri hulu untuk melihat secara langsung proses produksi gula rafinasi menjadi gula pasir. Tujuannya jelas untuk menstabilisasi harga gula, mulai dari produsen hingga ke pasar ritel,” tegas Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima.

Sedangkan Kombes Didik Sugiarto juga menegaskan bahwa bersama Kementerian Perdagangan aparat Kepolisian akan terus mengawal proses produksi gula ini dari hulu hingga hilir bahkan sampai distribusinya ke masyarakat.

“Kami melakukan pengawalan dari hulu ke hilir. Kemasan gula ini tertera harga Rp12.500/kilogram. Harga ini sesuai ketetapan pemerintah dan harus dikawal sampai ke pedagang, juga di ritel-ritel modern dan pasar-pasar rakyat,” kata Didi.

Ditemui terpisah Humas PT Angels Products David Raditya mengatakan bahwa “PT Angels Products diberikan penugasan sebesar 10.000 ton dan saat ini sudah memproduksi sebanyak 3.000 ton dan telah didistribusi sebanyak 2.000 ton. Tentu kami harus mendukung program Pemerintah agar stabilisasi harga gula bisa tercapai. Diharapkan dari produksi ini dapat menjaga ketersediaan stok gula yang aman menghadapi kebutuhan di bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.”

Dari pihak PT. SUJ disampaikan pula bahwa “PT. SUJ telah memproduksi sebanyak 4.375 ton dari penugasan sebanyak 20.000 ton, dan telah didistribusikan sebanyak 2.025 Ton. Kami berusaha maksimal segera menyelesaikan program ini untuk mendukung Pemerintah dalam ketersediaan Gula."

Turut mendampingi Menteri Perdagangan Agus Suparmanto saat melakukan kunjungan ke pabrik gula di Bojonegara dan Cilegon, Banten, antara lain Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza, Wakil Ketua Aria Bima dan Wakil Ketua Mohamad Hekal, serta salah satu anggota Komisi VI Nasril Bahar. Selain itu hadir pula Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen (Pol) Wahyu Hadiningrat, Kepala Satgas Pangan Brigjen (Pol) Daniel Tahi Monang, Kepala Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Kombes (Pol) Didik Sugiarto, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten H. Babar Suharso.

Beberapa pejabat Kementerian Perdagangan terkait juga mengawal kunjungan ini yaitu Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Suhanto, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggriono, dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana serta Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Ojak S. Manurung dan Kepala Biro Humas Olvy Andrianita.

Kebijakan Strategis Kementerian Perdagangan

Untuk pemenuhan kebutuhan barang kebutuhan pokok, Kementerian Perdagangan telah melakukan beberapa kebijakan tata niaga gula sebagai antisipasi kebutuhan gula menjelang puasa Ramadan dan Idul Fitri yang dibutuhkan industri mamin dan industri kecil menengah serta masyarakat dengan menerbitkan izin impor.

Sebagai tindak lanjut Rakortas pada September dan Desember 2019 lalu yang mengamanatkan perlu dilakukan impor sebesar 495.000 ton gula kristal putih atau setara 521.000 ton gula mentah, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan 15 Persetujuan Impor (PI) sebesar 520.802 ton gula. Hingga tanggal 9 April 2020, telah terealisasi sebesar 422.052 ton atau 81,04%.

Kementerian Perdagangan juga menerbitkan 6 Persetujuan Impor produk raw sugar sebanyak 265.800 ton untuk periode pemasukan sampai Juni 2020 dan sebesar 135.640 ton masih dalam proses penerbitan. Saat ini terdapat sisa 43.650 ton yang dapat diajukan untuk permohonan izin impor baru.

Upaya memenuhi kebutuhan gula juga dilakukan dengan realokasi stok gula industri rafinasi sebesar 250.000 ton menjadi gula konsumsi, sesuai risalah Rakortas 20 Maret 2020 dan telah mendapatkan persetujuan Presiden RI.

 

© All Rights Reserved LORPO